Kembali ke Daftar

Galileo Galilei

Bahasa Indonesia

Pada akhir abad ke-16, dunia adalah tempat yang kaku. Semua orang percaya pada Aristoteles: Bumi diam di tengah semesta, dan benda langit lainnya berputar mengelilinginya dalam lingkaran sempurna. Namun, di Italia, seorang pria bernama Galileo Galilei merasa ada yang tidak beres dengan logika itu.

Galileo bukan sekadar pemikir; ia adalah orang yang "gatal" ingin membuktikan sesuatu secara fisik. Ia mulai dengan menjatuhkan bola dari Menara Piring Pisa (konon katanya) untuk membuktikan bahwa berat benda tidak memengaruhi kecepatan jatuhnya—sebuah tamparan keras bagi teori kuno saat itu.
Revolusi Melalui Lensa

Tahun 1609 menjadi titik balik sejarah. Galileo mendengar tentang penemuan "kaca pengintip" di Belanda yang bisa membuat benda jauh tampak dekat. Tanpa melihat cetak birunya, ia membuat versinya sendiri yang jauh lebih kuat: Teleskop.

Saat ia mengarahkan tabung itu ke langit malam, dunianya (dan dunia kita) berubah selamanya:

Bulan: Ternyata tidak mulus seperti bola kristal, melainkan penuh bopeng, kawah, dan gunung.

Jupiter: Ia menemukan empat "bintang" kecil yang mengitarinya. Ini bukti fatal bagi teori lama: Tidak semua hal di alam semesta berputar mengelilingi Bumi.

Venus: Planet ini menunjukkan fase-fase seperti bulan, yang hanya mungkin terjadi jika Venus mengelilingi Matahari.

Bentrokan dengan Otoritas

Galileo menuliskan temuannya dalam buku Sidereus Nuncius (Pesan Berbintang). Ia terang-terangan mendukung teori Nicolaus Copernicus bahwa Matahari adalah pusat tata surya (Heliosentrisme).

Masalahnya, Gereja saat itu menganggap ide ini sesat karena bertentangan dengan tafsiran harfiah kitab suci. Galileo dipanggil ke Roma. Ia mencoba membela diri dengan argumen bahwa "Alkitab mengajarkan cara pergi ke surga, bukan cara surga berjalan."

Namun, pada tahun 1633, di bawah ancaman siksaan, Galileo yang sudah tua dan sakit-sakitan dipaksa berlutut dan mencabut pernyataannya. Ia menyatakan bahwa Bumi itu diam.

Legenda mengatakan, saat ia berdiri setelah disidang, ia berbisik pelan: "Eppur si muove" (Namun, ia tetap bergerak).

Warisan di Balik Jendela

Galileo menghabiskan sisa hidupnya sebagai tahanan rumah. Meski penglihatannya mulai hilang (mungkin karena terlalu sering menatap matahari tanpa pelindung), semangatnya tidak padam. Ia terus menulis tentang mekanika dan gerak yang nantinya menjadi fondasi bagi Isaac Newton.

Ia meninggal pada tahun 1642, namun kebenarannya tidak bisa dipenjara. Sekarang, kita mengenalnya sebagai Bapak Sains Modern.