Bahasa Indonesia
Kisah ini adalah yang paling ikonik. Raja Hiero II dari Syracuse memesan sebuah mahkota emas murni, namun ia curiga si pandai besi mencampurnya dengan perak yang lebih murah. Raja meminta Archimedes membuktikannya tanpa merusak mahkota tersebut.
Saat sedang berendam di pemandian umum, Archimedes menyadari bahwa volume air yang tumpah dari bak mandi sama dengan volume tubuhnya yang masuk ke dalam air. Ia menyadari bahwa ia bisa mengukur volume mahkota dengan cara yang sama dan membandingkan berat jenisnya dengan emas murni.
Begitu senangnya, ia konon berlari telanjang ke jalanan sambil berteriak, "Eureka! Eureka!" (Aku menemukannya!).
2. Hukum Archimedes
Dari momen di bak mandi tersebut, lahirlah prinsip hidrostatika yang kita pelajari di sekolah hingga saat ini:
"Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut."
3. "Berikan Aku Tempat Berpijak..."
Archimedes sangat ahli dalam mekanika, terutama mengenai tuas (lever). Ia pernah sesumbar kepada Raja:
"Berikan aku tempat untuk berdiri, dan aku akan menggerakkan dunia."
Untuk membuktikannya, ia merancang sistem katrol serumit mungkin yang memungkinkan dia seorang diri menarik kapal besar yang penuh muatan dan penumpang ke daratan hanya dengan tarikan tangan yang ringan.
4. Pertahanan Syracuse
Saat Kekaisaran Romawi menyerang Syracuse, Archimedes menjadi "senjata rahasia" kotanya. Ia menciptakan berbagai mesin perang ajaib:
The Claw of Archimedes: Sebuah cakar raksasa yang bisa mengangkat kapal perang Romawi dari laut dan menjatuhkannya hingga hancur.
Cermin Pembakar: Legenda mengatakan ia menggunakan cermin besar untuk memfokuskan sinar matahari ke layar kapal musuh hingga terbakar (meskipun efektivitas ini masih sering diperdebatkan oleh sejarahwan modern).
5. Akhir yang Tragis
Pada tahun 212 SM, Syracuse akhirnya jatuh ke tangan Romawi. Jenderal Romawi, Marcellus, sebenarnya sangat menghormati kecerdasan Archimedes dan memerintahkan agar ia ditangkap hidup-hidup.
Namun, saat seorang tentara Romawi mendatangi Archimedes, sang ilmuwan sedang asyik menggambar diagram geometri di atas pasir. Archimedes yang sedang fokus hanya berkata, "Jangan ganggu lingkaran-lingkaranku!"
Tentara yang tersinggung itu kehilangan kesabaran dan membunuh Archimedes di tempat. Jenderal Marcellus sangat menyesali kejadian tersebut dan memakamkan Archimedes dengan penuh penghormatan.
Kisah Archimedes mengajarkan kita bahwa rasa ingin tahu yang besar bisa mengubah cara manusia memahami alam semesta.
Saat sedang berendam di pemandian umum, Archimedes menyadari bahwa volume air yang tumpah dari bak mandi sama dengan volume tubuhnya yang masuk ke dalam air. Ia menyadari bahwa ia bisa mengukur volume mahkota dengan cara yang sama dan membandingkan berat jenisnya dengan emas murni.
Begitu senangnya, ia konon berlari telanjang ke jalanan sambil berteriak, "Eureka! Eureka!" (Aku menemukannya!).
2. Hukum Archimedes
Dari momen di bak mandi tersebut, lahirlah prinsip hidrostatika yang kita pelajari di sekolah hingga saat ini:
"Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut."
3. "Berikan Aku Tempat Berpijak..."
Archimedes sangat ahli dalam mekanika, terutama mengenai tuas (lever). Ia pernah sesumbar kepada Raja:
"Berikan aku tempat untuk berdiri, dan aku akan menggerakkan dunia."
Untuk membuktikannya, ia merancang sistem katrol serumit mungkin yang memungkinkan dia seorang diri menarik kapal besar yang penuh muatan dan penumpang ke daratan hanya dengan tarikan tangan yang ringan.
4. Pertahanan Syracuse
Saat Kekaisaran Romawi menyerang Syracuse, Archimedes menjadi "senjata rahasia" kotanya. Ia menciptakan berbagai mesin perang ajaib:
The Claw of Archimedes: Sebuah cakar raksasa yang bisa mengangkat kapal perang Romawi dari laut dan menjatuhkannya hingga hancur.
Cermin Pembakar: Legenda mengatakan ia menggunakan cermin besar untuk memfokuskan sinar matahari ke layar kapal musuh hingga terbakar (meskipun efektivitas ini masih sering diperdebatkan oleh sejarahwan modern).
5. Akhir yang Tragis
Pada tahun 212 SM, Syracuse akhirnya jatuh ke tangan Romawi. Jenderal Romawi, Marcellus, sebenarnya sangat menghormati kecerdasan Archimedes dan memerintahkan agar ia ditangkap hidup-hidup.
Namun, saat seorang tentara Romawi mendatangi Archimedes, sang ilmuwan sedang asyik menggambar diagram geometri di atas pasir. Archimedes yang sedang fokus hanya berkata, "Jangan ganggu lingkaran-lingkaranku!"
Tentara yang tersinggung itu kehilangan kesabaran dan membunuh Archimedes di tempat. Jenderal Marcellus sangat menyesali kejadian tersebut dan memakamkan Archimedes dengan penuh penghormatan.
Kisah Archimedes mengajarkan kita bahwa rasa ingin tahu yang besar bisa mengubah cara manusia memahami alam semesta.