Kembali ke Daftar

Kisah Putri Kadita dan Samudera Selatan

Bahasa Indonesia

Dahulu kala di Kerajaan Pajajaran, hidup seorang putri bernama Dewi Kadita. Ia adalah putri kesayangan Prabu Siliwangi yang dijuluki "Dewi Srengenge" karena kecantikannya yang bersinar seperti matahari. Sayangnya, keindahan itu memicu kecemburuan di dalam istana.

Seorang selir yang iri mengirimkan kutukan jahat yang membuat tubuh Kadita dipenuhi borok dan bau tidak sedap. Karena tekanan dari lingkungan istana, sang putri akhirnya diusir dan berjalan ke arah selatan dalam keputusasaan.
Transformasi Menjadi Penguasa

Setelah perjalanan panjang, Kadita tiba di tepi tebing curam yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Di sana, ia mendengar suara gaib yang memanggilnya untuk terjun ke laut. Begitu tubuhnya menyentuh ombak, kutukan itu lenyap. Kecantikannya kembali, namun ia kini bukan lagi manusia biasa—ia telah menjadi Nyi Roro Kidul, penguasa kerajaan gaib laut selatan.
Mitos yang Melegenda

Kehadiran sang Ratu menciptakan berbagai kepercayaan yang masih dipegang teguh hingga hari ini:

Pantangan Warna Hijau: Masyarakat percaya bahwa hijau adalah warna kebesaran sang Ratu. Wisatawan sering diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan agar tidak "diundang" masuk ke kerajaannya.

Kamar Keramat: Di Pelabuhan Ratu, tepatnya di Hotel Grand Inna Samudra Beach, terdapat Kamar 308 yang dikhususkan bagi sang Ratu, lengkap dengan sesajen dan dekorasi serba hijau.

Perjanjian Gaib: Legenda juga mengisahkan hubungan spiritual antara sang Ratu dengan Panembahan Senopati, pendiri Kesultanan Mataram, yang konon menjadi dasar kekuatan politik dan spiritual raja-raja Jawa di masa lalu.

"Legenda Nyi Roro Kidul adalah pengingat bahwa di balik ganasnya ombak samudera, tersimpan kisah tentang ketabahan seorang putri yang dikhianati."