Kembali ke Daftar

Bawang Putih dan Bawang Merah

Bahasa Indonesia

Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Dahulu kala, di sebuah desa, hiduplah seorang gadis cantik dan baik hati bernama Bawang Putih. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Setelah ayahnya menyusul sang ibu berpulang, kehidupan Bawang Putih berubah drastis. Ibu tiri dan saudara tirinya memperlakukannya seperti pelayan, sementara mereka hidup bermalas-malasan.

Suatu hari, petaka terjadi saat Bawang Putih sedang mencuci baju di sungai. Salah satu kain milik ibu tirinya hanyut terbawa arus. Karena takut dihukum berat, ia memberanikan diri menyusuri sungai untuk mencarinya hingga ia bertemu dengan seorang nenek misterius di sebuah gubuk kecil. Sang nenek setuju memberikan kain itu asalkan Bawang Putih membantunya membereskan rumah. Dengan tulus dan tanpa mengeluh, Bawang Putih membantu sang nenek hingga pekerjaan selesai.

Sebagai ucapan terima kasih, nenek tersebut memberikan hadiah berupa buah labu. Bawang Putih yang rendah hati memilih labu yang paling kecil. Betapa terkejutnya ia dan keluarganya saat tiba di rumah, labu itu dibelah dan berisi tumpukan emas serta perhiasan berkilau.

Melihat keberuntungan itu, muncul niat busuk di hati ibu tiri. Ia menyuruh Bawang Merah untuk berpura-pura menghanyutkan baju dan menemui nenek tersebut. Namun, karena sifatnya yang malas dan kasar, Bawang Merah melakukan pekerjaan dengan setengah hati. Saat ditawari pilihan, ia dengan serakah langsung menyambar labu yang paling besar.

Sesampainya di rumah, mereka segera membelah labu besar itu dengan harapan akan menjadi kaya raya. Namun, bukannya emas yang keluar, melainkan ular, kalajengking, dan berbagai binatang berbisa. Mereka pun lari ketakutan dan akhirnya menyadari bahwa kejahatan serta keserakahan hanya akan membawa malapetaka bagi diri sendiri.

Pesan Moral:
Ketulusan hati akan selalu membuahkan hasil yang manis, sedangkan sifat iri dan serakah hanya akan merugikan diri sendiri di kemudian hari.